Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Kasman: Pendidikan Harus Bangun Karakter dan Perkuat Budaya Lokal

Kasman: Pendidikan Harus Bangun Karakter dan Perkuat Budaya Lokal

Kasman Foto Kompres 200kb 1
Wakil Bupati Halut, Kasman Hi. Ahmad saat menjadi pemateri.

Pendidikan juga harus menjadi ruang untuk mengembangkan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian penting dalam memperkuat kebudayaan nasional.

GACOO.ID โ€“ Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi harus menjadi instrumen pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai budaya, serta pengembangan tradisi lokal.

Penegasan tersebut disampaikan Kasman saat menjadi pemateri dalam dialog publik yang digelar Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Kabupaten Halmahera Utara bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Halmahera (Uniera), Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Halmahera itu mengangkat tema โ€œMenghidupkan Semangat Sumpah Pemuda, Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis sebagai Hak Seluruh Rakyatโ€.

Dalam pemaparannya, Kasman menjelaskan bahwa secara filosofis pendidikan merupakan proses membangun pandangan hidup, keterampilan hidup, dan sikap hidup seseorang. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya membentuk manusia yang berkarakter dan memiliki kesadaran terhadap lingkungan sosial serta kebudayaannya.

Nasional Institut Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Ilegal Presiden

โ€œPendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, membangun keterampilan hidup, serta memperkuat nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat,โ€ ujar Kasman.

Menurut dia, pendidikan juga harus menjadi ruang untuk mengembangkan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian penting dalam memperkuat kebudayaan nasional.

Ia menilai, pembangunan pendidikan yang mengabaikan identitas dan kearifan lokal berisiko menjauhkan generasi muda dari akar kebudayaannya sendiri. Oleh sebab itu, pendidikan harus mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga keberagaman budaya Indonesia.

Kasman menambahkan, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai komitmen persatuan melalui bahasa Indonesia. Semangat tersebut juga harus diwujudkan melalui penghormatan terhadap keberagaman bahasa, tradisi, dan kebudayaan daerah.

โ€œSemangat Sumpah Pemuda bukan berarti menghilangkan identitas daerah. Justru persatuan harus dibangun dengan menghargai keberagaman bahasa dan budaya lokal sebagai kekayaan bangsa,โ€ katanya.

Tauhid Ajak Guru, Siswa, dan Orang Tua Perkuat Kebersamaan Lewat Gerak Jalan

Ia berharap, momentum peringatan Sumpah Pemuda dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi muda dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperjuangkan sistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga demokratis, berkeadilan, dan berakar pada kebudayaan bangsa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with