“Saya tidak ingin mendengar lagi praktik jual beli apa pun itu, pungli, atau diskriminasi terhadap siswa. Jabatan ini adalah amanah. Transparansi dana BOS dan prestasi harus menjadi prioritas,”
GACOO.ID – Wali Kota Ternate, Maluku Utara, M Tauhid Soleman, mengingatkan para kepala sekolah agar mengelola dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP/BOS) secara transparan dan akuntabel. Ia juga menegaskan larangan terhadap praktik jual beli dalam bentuk apa pun, pungutan liar (pungli), serta diskriminasi terhadap peserta didik di lingkungan sekolah.
Penegasan tersebut disampaikan Tauhid saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), 29 kepala sekolah, serta pengukuhan pengurus Dewan Pendidikan Kota Ternate periode 2026–2030 di Aula Kantor Wali Kota Ternate, Jumat (30/10/2026).
“Saya tidak ingin mendengar lagi praktik jual beli apa pun itu, pungli, atau diskriminasi terhadap siswa. Jabatan ini adalah amanah. Transparansi dana BOS dan prestasi harus menjadi prioritas,” tegas Tauhid.
Ia menekankan, kepala sekolah tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan (bullying).
Tauhid juga meminta kepala sekolah mengembangkan pola kepemimpinan pembelajaran yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat pendidikan karakter dan budaya lokal Maluku Utara.
Menurut dia, kualitas pendidikan di setiap sekolah sangat ditentukan oleh kapasitas dan integritas kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinan.
“Baik buruknya mutu sekolah, salah satunya ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 29 kepala sekolah mendapat penugasan baru untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).
Pada jenjang PAUD, Nona Banapon dilantik sebagai Kepala PAUD Pembina 15 Kota Ternate.
Sementara itu, 25 kepala sekolah dasar yang mendapat penugasan baru masing-masing Hajijah (SD Negeri 4), Nurjanah Nurdin (SD Negeri 5), Zaenab Hi. Idris (SD Negeri 11), Suryani J. Latara (SD Negeri 12), Ramima Adam (SD Negeri 13), Nuraysa A. Alwi (SD Negeri 14), Asia Abdullah (SD Negeri 21), Nirmala Suminta (SD Negeri 27), Nurmala Wahab (SD Negeri 28), Sarni Liabu (SD Negeri 34), Ramuna Kader (SD Negeri 35), Surmawati Ibrahim (SD Negeri 37), Nurna Hasim (SD Negeri 41), Yurni Gani (SD Negeri 42), Supanji Jusuf Umsoohy (SD Negeri 43), Maryam Marasabessy (SD Negeri 48), Aminah Safar (SD Negeri 53), Endang (SD Negeri 58), Rahayu Ramadanaryanthi (SD Negeri 59), Fatmawati (SD Negeri 63), Rustam Jacub (SD Negeri 73), Diana Konyenye (SD Negeri 78), Lukman Tarae (SD Negeri 80), Mardiana Umacina (SD Negeri 84), dan Robin G. Mesir (SD Negeri 85).
Adapun pada jenjang SMP, penugasan diberikan kepada Nurhayati Ahmad sebagai Kepala SMP Negeri 11, Mohammad Insa sebagai Kepala SMP Negeri 13, dan Puryani Tamaronggehe sebagai Kepala SMP Negeri 14 Kota Ternate.
Selain pengangkatan kepala sekolah baru, Tauhid juga merotasi dua pejabat kepala sekolah. Rukmiyanti Karim dipindahkan dari Kepala SD Negeri 14 menjadi Kepala SD Negeri 55, sedangkan Nur Dalifah Daofa yang sebelumnya menjabat Kepala SMP Negeri 11 ditugaskan sebagai Kepala SMP Negeri 6 Kota Ternate.
Pada kesempatan yang sama, Agus Fian Jambak dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, menggantikan Safia M. Nur yang memasuki masa purnabakti.
Wali Kota juga mengukuhkan tujuh pengurus Dewan Pendidikan Kota Ternate periode 2026–2030. Juhdi Taslim dipercaya sebagai ketua, Muhdar Adam sebagai sekretaris, dan Rohati Hi. Halil sebagai bendahara.
Sementara itu, Aflan Arif menangani Bidang Pertimbangan Pendidikan, Rusmiati Talaba pada Bidang Penyelenggaraan Pendidikan, Taufik Assagaf pada Bidang Pengawasan Pendidikan, serta Djae Mandar pada Bidang Kerja Sama dan Kearifan Lokal.
Kepada pengurus Dewan Pendidikan, Tauhid meminta agar lembaga tersebut tidak hanya menjalankan fungsi formal, tetapi aktif mengawal kebijakan strategis pendidikan di Kota Ternate.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain penerimaan peserta didik baru (PPDB), distribusi dan relokasi guru, serta program penguatan karakter siswa.
Ia berharap Dewan Pendidikan mampu menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan pertimbangan secara kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah, sehingga penyelenggaraan pendidikan di Kota Ternate semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komentar