” Pak Wamen nanti bawa pulang ini, minyak cengkeh dari Pulau Hiri”
GACOO.ID — Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, memperkenalkan minyak cengkeh asal Pulau Hiri, Kota Ternate, kepada Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dalam kunjungan ke stan Usaha Perhutanan Sosial di Pulo Tareba, HKm KTH Tolire Gam Jaha, Ternate, Senin (26/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Di hadapan Rohmat, Sherly menjelaskan bahwa minyak cengkeh Hiri diproduksi tanpa menggunakan alkohol. Ia juga menyoroti keterbatasan stok produk tersebut, yang menunjukkan perlunya pengembangan kapasitas produksi agar peluang pasar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pak Wamen nanti bawa pulang ini, minyak cengkeh dari Pulau Hiri. Tidak pakai alkohol. Mereka tidak punya stok banyak. Ini kalau dioles bisa menghangatkan, antibakteri,” ujar Sherly, seperti dilansir Halmaherapost.com.
Pengenalan tersebut menempatkan minyak cengkeh Hiri sebagai salah satu produk rempah lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi. Namun, penguatan produksi, konsistensi mutu, dan perluasan akses pasar menjadi faktor penting agar produk masyarakat tidak berhenti sebatas promosi dalam kegiatan pemerintahan.
Selain minyak cengkeh, Sherly bersama Rohmat Marzuki dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronika Tan, meninjau beragam produk olahan rempah yang dipamerkan di stan tersebut. Mereka juga mencicipi sejumlah pangan khas Maluku Utara, antara lain manisan pala dan halua kenari.
Berbagai produk itu mencerminkan potensi masyarakat dalam mengolah kekayaan rempah menjadi barang dengan nilai tambah. Pengolahan hasil lokal membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, memperluas jangkauan pemasaran, dan memperkuat daya saing produk daerah.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bertajuk Merajut Kejayaan Rempah Indonesia melalui Perhutanan Sosial Inklusif yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan. Kegiatan ini memperkenalkan produk hasil usaha perhutanan sosial sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
Bagi Maluku Utara, promosi minyak cengkeh Hiri dan produk olahan rempah lainnya menjadi peluang untuk memperluas pengenalan komoditas lokal ke tingkat nasional. Tantangan berikutnya ialah memastikan promosi tersebut berlanjut pada penguatan produksi, peningkatan kualitas, dan terbukanya akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan demikian, potensi rempah Pulau Hiri tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila didukung pembinaan usaha dan strategi pemasaran yang berkelanjutan.

Komentar