Ekonomi
Beranda / Ekonomi / IMS Tata Lapak UMKM di Weda, Ekonomi Lokal Tak Cukup Hidup dari Janji Event

IMS Tata Lapak UMKM di Weda, Ekonomi Lokal Tak Cukup Hidup dari Janji Event

Gambar Maks 200kb 24
Kawasan UMKM di Weda, Halmahera Tengah. (Foto : Ira/Halmaherapost).

GACOO.ID — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mulai menyiapkan penataan lokasi usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Weda. Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji ingin aktivitas perdagangan lebih tertib, sementara event berkala didorong untuk mendatangkan pembeli dan menggerakkan ekonomi lokal.

Gagasan itu disampaikan Ikram, yang akrab disapa IMS, saat menjadi narasumber dalam diskusi dan talkshow bertajuk IMS Bersama UMKM pada rangkaian WedaGo Market Fest di Pendopo Falcilno, Weda, Kamis (22/10/2026).

IMS mengungkapkan, pemerintah daerah telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyiapkan lokasi khusus bagi pedagang UMKM di sekitar Taman Masjid Raya Kota Weda.

Menurut dia, penataan tersebut diperlukan agar aktivitas jual beli tidak semrawut, lokasi perdagangan mudah dijangkau, dan pelaku usaha memiliki tempat yang lebih layak untuk berjualan.

“Kita ingin pengembangan UMKM di Kota Weda lebih baik, tertata, dan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang,” ujar IMS, sebagaimana dilansir Halmaherapost.com.

Praktisi Hukum Soroti Penanganan Bansos Halbar, Kejaksaan Diminta Tidak Terjebak Skema Poco-poco

Rencana ini terdengar menjanjikan. Namun, bagi pelaku UMKM, tempat berjualan yang tertata baru separuh urusan. Separuh lainnya adalah memastikan ada orang yang datang, melihat dagangan, lalu benar-benar membeli.

Sebab, lapak yang rapi belum tentu membuat omzet ikut rapi. Pedagang bisa saja mendapat tempat strategis, tetapi jika pembeli sepi, yang ramai justru harapan menunggu pelanggan.

Karena itu, IMS mendorong penyelenggaraan event secara berkala untuk menghidupkan aktivitas perdagangan. Kegiatan semacam ini diharapkan menarik kunjungan masyarakat sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

Event memang bisa menjadi pemantik ekonomi. Namun, tantangannya adalah menjaga agar keramaian tidak berhenti ketika panggung dibongkar dan pengeras suara dimatikan. UMKM membutuhkan pasar yang berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan pembeli pada hari perayaan.

Atas dasar itu, pemerintah daerah perlu memastikan penataan kawasan diikuti fasilitas yang memadai, akses pengunjung, kebersihan, keamanan, serta aturan berjualan yang jelas. Jadwal event yang konsisten dan promosi produk lokal juga penting agar kawasan UMKM tidak hanya hidup sesekali.

GMKI Desak Kejagung Evaluasi Penanganan Kasus Bansos dan RSP Halbar

Di sisi lain, keberhasilan program ini semestinya tidak hanya diukur dari jumlah lapak yang disiapkan atau banyaknya acara yang digelar. Perubahan omzet pedagang, bertambahnya pelanggan, dan kemampuan usaha bertahan dalam jangka panjang jauh lebih penting untuk diperhatikan.

Diskusi IMS Bersama UMKM menjadi bagian dari WedaGo Market Fest yang mempertemukan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk membahas pengembangan UMKM di Halmahera Tengah.

Kini, pekerjaan rumah pemerintah daerah adalah menerjemahkan gagasan itu menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan pedagang. Sebab, UMKM tidak hanya membutuhkan tempat untuk berdiri, tetapi juga peluang untuk tumbuh.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan penataan UMKM di Weda bukan seberapa meriah acara pembukaannya, melainkan seberapa lama pedagang mampu bertahan, seberapa banyak produknya terjual, dan seberapa besar pendapatan mereka meningkat setelah program berjalan.

Menaker Bedah Budaya K3 di IWIP, Human Error Bukan Satu-satunya Penyebab Kecelakaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with