GACOO.ID — Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, resmi membuka peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2026 di Pendopo Ngaku Re Rasai, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Kamis (22/10/2026). Ia menekankan pentingnya penguatan 10 Program Pokok PKK agar pemberdayaan keluarga tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan bertema “Kuatkan 10 Program PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” itu dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher, Ketua DPRD Halmahera Timur Idrus E. Maneke, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ketua TP-PKK kabupaten dan kota se-Maluku Utara, camat, serta kader PKK.
Dalam sambutannya, Ubaid menyatakan kebanggaannya karena Halmahera Timur dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa HKG PKK memiliki makna lebih luas daripada peringatan tahunan karena harus menjadi momentum evaluasi program, penguatan komitmen, dan optimalisasi peran keluarga dalam pembangunan.
Menurut Ubaid, keluarga merupakan lingkungan pertama pembentukan karakter, penanaman nilai moral, pembiasaan hidup sehat, dan pengembangan kualitas generasi penerus. Karena itu, penguatan keluarga harus menjadi prioritas agar pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga ditopang lingkungan rumah tangga yang sehat dan produktif.
Ia menegaskan, 10 Program Pokok PKK harus diterjemahkan ke dalam kegiatan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sebab, tanpa pelaksanaan konkret dan evaluasi berkala, program tersebut berisiko hanya menjadi dokumen administratif yang tidak menjawab kebutuhan keluarga.
Ubaid juga meminta seluruh jajaran TP-PKK di Maluku Utara memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dan menyelaraskan program kerja dengan prioritas pembangunan daerah serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting agar program pemberdayaan keluarga tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah.
Lebih lanjut, ia menilai pemberdayaan keluarga merupakan salah satu fondasi pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Halmahera Timur. Oleh karena itu, potensi sumber daya alam yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, perbaikan layanan kesehatan, dan pemerataan akses pendidikan.
Menurut dia, kekayaan sumber daya alam tidak akan optimal meningkatkan kesejahteraan apabila tidak disertai peningkatan kapasitas masyarakat. Karena itu, TP-PKK diharapkan mengambil peran strategis dalam mendorong ketahanan keluarga sekaligus memperluas jangkauan pelayanan hingga ke pelosok desa.
Ubaid juga menekankan bahwa target Indonesia Emas 2045 harus dipersiapkan sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan dasar anak. Gizi seimbang, pendidikan yang layak, serta perhatian dan kasih sayang keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pada akhir sambutannya, Ubaid mengajak seluruh kader PKK meningkatkan pengabdian, memperluas pelayanan, dan mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Ia berharap setiap desa menjadi ruang tumbuh bagi keluarga yang sehat dan produktif, sementara setiap rumah berfungsi sebagai tempat utama pembentukan karakter anak.
Dengan demikian, keberhasilan HKG PKK ke-54 tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan dan penguatan komitmen dalam forum resmi. Hasilnya harus tercermin dalam pelaksanaan program yang konsisten, peningkatan kualitas keluarga, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Halmahera Timur dan Maluku Utara.

Komentar