Ekonomi
Beranda / Ekonomi / IWIP Perluas Peluang UMKM Lokal, Belanja Kemitraan Capai Rp1,1 Triliun

IWIP Perluas Peluang UMKM Lokal, Belanja Kemitraan Capai Rp1,1 Triliun

Gambar Maks 200kb 10
Aktivitas CV Satu Tiga Berjaya. [ Arsip Humas IWIP ].

GACOO.ID – Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mencatat realisasi belanja kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp1,1 triliun pada Kuartal II 2026. Sebanyak 77,6 persen dari total belanja tersebut direalisasikan di Maluku Utara, membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan menciptakan lapangan kerja.

Salah satu UMKM yang merasakan peluang tersebut adalah CV Satu Tiga Berjaya, usaha milik Suhendra yang memasok berbagai kebutuhan pangan ke kawasan industri IWIP, mulai dari makanan beku (frozen food), daging, hingga hasil laut (seafood).

Suhendra mengatakan, usahanya mulai menjadi mitra pemasok IWIP pada 2021, ketika kawasan industri tersebut membutuhkan pasokan bahan pangan untuk menunjang operasional.

โ€œPada 2021, saat IWIP membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan menawarkan produk yang kami miliki. Dari situ, saya kemudian mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri,โ€ ujar Suhendra.

Ia mengawali kembali usahanya pada 2018 setelah mengalami kebangkrutan. Saat itu, Suhendra menjalankan usaha secara mandiri dengan menjual ayam beku. Seiring waktu, ia mengembangkan usahanya dengan menyesuaikan kebutuhan pasar serta menjaga kualitas produk dan pelayanan.

HUT ke-15, NasDem Halteng Gelar Aksi Sosial dan Santuni Anak Yatim

Kini, CV Satu Tiga Berjaya memasok kebutuhan pangan ke IWIP sebanyak lima hingga enam kali dalam sepekan. Setiap pengiriman menggunakan dua hingga tiga mobil dengan kapasitas masing-masing empat hingga lima ton.

Perkembangan usaha tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. CV Satu Tiga Berjaya kini mempekerjakan 34 orang yang berasal dari sejumlah wilayah di Maluku Utara, antara lain Ternate, Sanana, Jailolo, Makean, dan Weda, serta beberapa desa lainnya.

Suhendra juga mulai menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai desa di Maluku Utara. Ia berharap, semakin terbukanya peluang kemitraan dapat mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat kerja sama antarpelaku usaha lokal.

โ€œHarapan saya, ke depan semakin banyak UMKM dan mitra usaha lainnya yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan saling mendukung,โ€ katanya.

General Manager External Relations IWIP, Yudhi Santoso, mengatakan pertumbuhan kawasan industri perlu berjalan beriringan dengan perkembangan ekosistem UMKM lokal. Menurut dia, aktivitas industri menghadirkan beragam kebutuhan yang dapat dipenuhi melalui keterlibatan pelaku usaha di daerah.

Praktisi Hukum Soroti Penanganan Bansos Halbar, Kejaksaan Diminta Tidak Terjebak Skema Poco-poco

โ€œIndustri tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada banyak kebutuhan dan peluang yang dapat melibatkan pelaku usaha lokal. Kami ingin keterlibatan UMKM lokal terus berkembang sehingga manfaat dari aktivitas industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Maluku Utara,โ€ ujar Yudhi.

Atas kontribusinya dalam mendukung kebutuhan kawasan industri, CV Satu Tiga Berjaya menerima Best Local Community Impact Award dari IWIP pada 1 September 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam momentum Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam rangka Penanaman Modal.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap keterlibatan mitra usaha lokal dalam mendukung aktivitas industri. IWIP berharap, semakin banyak UMKM di Maluku Utara yang dapat memanfaatkan peluang kemitraan untuk memperluas usaha, meningkatkan kapasitas, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with