SOFIFI — Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore, Maluku Utara, menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra.
Penandatanganan berlangsung di Kampus Universitas Bumi Hijrah Tidore, Selasa (29/9/2026). Kerja sama ini diharapkan memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan lembaga pemerintah dalam pengembangan bidang kebahasaan dan kesastraan.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hidayat Widiyanto, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Balai Bahasa Maluku Utara Nukman, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Maluku Utara Nurul Istiqamallah, serta sejumlah pejabat dan staf.
Dari pihak Unibrah, hadir Rektor Unibrah Sarbaini A. Karim, Wakil Rektor I Djafar Dahlan, Wakil Rektor III Mansyur Djamal, para dekan, ketua program studi, dan sejumlah pejabat di lingkungan universitas.
Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kepada Universitas Bumi Hijrah.
Dorong kolaborasi akademik
Rektor Universitas Bumi Hijrah Tidore Sarbaini A. Karim mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan strategis Unibrah dengan berbagai lembaga.
Menurut dia, perguruan tinggi membutuhkan kolaborasi dengan lembaga lain untuk memperluas ruang pengembangan akademik sekaligus meningkatkan manfaat keberadaan perguruan tinggi bagi masyarakat.
“Kerja sama ini tentu menjadi bagian penting bagi kami untuk membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, termasuk dengan Badan Bahasa,” ujar Sarbaini.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dilanjutkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan bahasa dan sastra.
Bahasa bukan sekadar alat komunikasi
Usai penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Unibrah.
Dalam kuliah umum tersebut, Hidayat Widiyanto menjelaskan posisi strategis bahasa dalam kehidupan masyarakat. Menurut dia, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan, kebudayaan, kehidupan sosial, dan pembangunan nasional.
Hidayat menjelaskan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki tugas melaksanakan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra.
Tugas tersebut diwujudkan melalui berbagai program, antara lain peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia, pengembangan dan pelindungan bahasa serta sastra daerah, penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan, serta peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.
Dalam bidang pembinaan, Badan Bahasa juga mengembangkan berbagai layanan kebahasaan, seperti pengembangan kosakata dan istilah, perkamusan, pembinaan penggunaan bahasa, layanan ahli bahasa, penerjemahan, literasi, hingga Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Sementara itu, Balai Bahasa sebagai unit pelaksana teknis di daerah memiliki peran dalam pemetaan bahasa dan sastra daerah, inventarisasi kosakata dan karya sastra, konservasi dan revitalisasi bahasa daerah, pemasyarakatan bahasa Indonesia, serta pemberian layanan kebahasaan dan kesastraan.
Hidayat mengatakan, pengembangan bahasa tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia, tetapi juga mencakup upaya menjaga keberagaman bahasa daerah dan membangun ekosistem literasi serta kesastraan.
Dalam konteks tersebut, literasi kebahasaan dan kesastraan, pelindungan bahasa daerah, serta penginternasionalan bahasa Indonesia menjadi bagian dari program kebahasaan dan kesastraan.
Mahasiswa Unibrah juga diperkenalkan dengan berbagai produk dan layanan kebahasaan yang dikembangkan Badan Bahasa. Mereka diharapkan dapat melihat bahasa tidak sekadar sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Kerja sama Unibrah dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program konkret di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian bahasa dan sastra di Maluku Utara.

Komentar