Pemerintah
Beranda / Pemerintah / Jembatan Akelamo Dikebut, November Jadi Taruhan

Jembatan Akelamo Dikebut, November Jadi Taruhan

Gambar Maks 200kb 28
BPJN Maluku Utara terus pantau proses pekerjaan jembatan Akelamo.

GACOO.ID — Pembangunan Jembatan Akelamo terus dikebut. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara menargetkan jembatan yang menghubungkan jalur Sofifi menuju Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan itu mulai beroperasi pada pekan kedua November 2026. Target tersebut kini berpacu dengan sisa pekerjaan konstruksi yang belum tuntas.

Saat ini, pembangunan jembatan sepanjang sekitar 100 meter itu memasuki tahap pengecoran lantai. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1, Wahyudi, turut mengawal pekerjaan di lapangan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Maluku Utara, Abdul Hamid Payapo, mengarahkan agar pengecoran lantai jembatan rampung pada akhir Oktober 2026. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pengaspalan pada November.

“Pekerjaan lantai jembatan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan pada November 2026,” ujar Abdul Hamid.

Dengan jadwal tersebut, waktu penyelesaian kian terbatas. Pengecoran harus dituntaskan sesuai target, sementara pengaspalan masih menunggu giliran sebelum jembatan dapat difungsikan. Artinya, target pengoperasian pada pekan kedua November bukan sekadar soal mengejar tanggal, melainkan juga memastikan seluruh tahapan pekerjaan benar-benar selesai.

Praktisi Hukum Soroti Penanganan Bansos Halbar, Kejaksaan Diminta Tidak Terjebak Skema Poco-poco

BPJN Maluku Utara menyatakan pengoperasian jembatan tetap bergantung pada penyelesaian pekerjaan, pemenuhan persyaratan teknis, serta aspek keselamatan dan kelayakan fungsi. Dengan demikian, percepatan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan mutu konstruksi.

“Percepatan pekerjaan tetap harus mengutamakan mutu konstruksi dan keselamatan pengguna jalan,” tandas Abdul Hamid.

Jembatan Akelamo merupakan infrastruktur strategis bagi konektivitas antarwilayah di Maluku Utara. Keberadaannya diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas perekonomian, terutama pada jalur yang menghubungkan Sofifi dengan Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan.

Namun, manfaat tersebut baru benar-benar dirasakan ketika jembatan siap digunakan. Sebelum itu, target pengoperasian masih harus dibuktikan melalui penyelesaian pekerjaan dan pemenuhan standar teknis.

BPJN Maluku Utara terus mendorong percepatan pembangunan agar jembatan dapat beroperasi sesuai rencana. Publik kini menunggu realisasi target tersebut: apakah Jembatan Akelamo benar-benar bisa dilalui pada pekan kedua November, atau jadwal kembali berhadapan dengan kenyataan di lapangan.

GMKI Desak Kejagung Evaluasi Penanganan Kasus Bansos dan RSP Halbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with