Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengajak para guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, bermakna, inklusif, dan bermutu.
Ajakan itu disampaikan Rizal saat membuka Workshop Transformasi Pembelajaran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Aula Lantai II SMP Negeri 2 Ternate, Kamis (15/10/2026), sebagamana dilansir dari halmaherapost.com.
Workshop tersebut mengusung tema โLiterasi Numerasi melalui Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Bermakna untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Bermutu di Kota Ternateโ. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Sekretaris Dinas Pendidikan Gazali, jajaran pengurus PGRI Kota Ternate, serta para peserta.
Dalam sambutannya, Rizal menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara belajar dan mengajar. Karena itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
โTeknologi hanyalah alat, guru adalah penggerak utama. Teknologi harus memperkuat pembelajaran, bukan sekadar ikut tren,โ kata Rizal.
Menurut dia, literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Literasi tidak sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami dan menggunakan informasi secara kritis. Adapun numerasi merupakan kecakapan menerapkan konsep matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Rizal mengatakan, penguatan kedua kemampuan tersebut perlu diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran agar siswa mampu berpikir kritis dan menghadapi tantangan kehidupan.
Ia juga mendorong guru memanfaatkan teknologi digital melalui video pembelajaran, kuis interaktif, permainan edukatif, dan berbagai platform digital yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Namun, menurut Rizal, pemanfaatan teknologi tidak boleh sekadar memindahkan proses belajar ke media digital. Teknologi harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, efektif, dan bermakna.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Rizal mengingatkan pentingnya memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan upaya mewujudkan pendidikan inklusif. Pemanfaatan teknologi, kata dia, tidak boleh menimbulkan kesenjangan baru yang membatasi akses siswa terhadap pendidikan berkualitas.
โSetiap anak di Ternate berhak belajar, berkembang, dan meraih masa depan,โ ujarnya.
Rizal yang juga menjabat Ketua PGRI Kota Ternate menilai organisasi profesi guru memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi pendidik melalui kolaborasi dan kegiatan pengembangan kapasitas.
Ia berharap workshop tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat profesionalisme sekaligus mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Rizal menyampaikan tiga pesan kepada para guru. Pertama, memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi kemampuan berpikir kritis siswa. Kedua, memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan berorientasi pada tujuan pembelajaran. Ketiga, membangun kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan bermutu.
Ia menekankan, keberhasilan workshop tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan atau sertifikat yang diperoleh peserta, tetapi dari penerapan ilmu dan metode baru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
โSaya berharap workshop ini tidak berhenti pada sertifikat, tetapi melahirkan aksi nyata di kelas-kelas kita,โ kata Rizal.
Rizal kemudian secara resmi membuka workshop tersebut. Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu, inspirasi, dan pengalaman selama kegiatan untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian sebagai pendidik.
(red)

Komentar