Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, berhasil memediasi perselisihan antara warga Desa Domato dan Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan. Kedua pihak sepakat mengakhiri ketegangan dan kembali membangun hubungan persaudaraan.
Kesepakatan damai itu ditandai dengan deklarasi bertajuk โBersatu dalam Keberagaman, Bersama Menjaga Kedamaianโ yang digelar di Mako Brimob Batalyon C Pelopor, Kecamatan Jailolo Selatan, Rabu (23/9/2026).
Deklarasi tersebut dipimpin langsung Bupati Halmahera Barat James Uang dan dihadiri Sekretaris Daerah Julius Marau, Plt Kapolres Halmahera Barat AKBP Muhammad Musni, Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf Jani Setiadi, jajaran pimpinan OPD, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari kedua desa.
Sebelum deklarasi, Bupati James Uang turun langsung melakukan mediasi dengan masyarakat kedua desa sejak Selasa (22/9/2026). Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong kedua pihak mengakhiri perselisihan dan mengembalikan situasi keamanan di wilayah Jailolo Selatan.
James mengapresiasi komitmen masyarakat kedua desa yang memilih jalan damai.
โKita coba mengajak masyarakat dua desa ini agar kembali membangun persaudaraan seperti sedia kala. Ternyata mereka punya kerinduan untuk harus berdamai,โ ujar James.
Menurutnya, situasi yang tidak kondusif tidak hanya mengganggu keamanan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pedagang, kata dia, sempat diliputi rasa takut untuk menjalankan aktivitas akibat ketegangan yang terjadi.
James mengingatkan, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dampaknya dapat meluas dan mengganggu stabilitas di wilayah Jailolo Selatan hingga Halmahera Barat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Terkait kerugian materiil akibat perselisihan tersebut, James memastikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan yang dialami warga.
โPemda akan berupaya menginventarisir dan memvalidasi semua kerusakan. Langkah-langkah ke depan akan dilakukan dengan baik sehingga masyarakat yang jadi korban bisa kita atasi. Tentunya itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,โ katanya.
Sebagai bagian dari proses rekonsiliasi, perwakilan masyarakat kedua desa juga mengusulkan agenda makan bersama. James menyambut baik usulan tersebut dan berharap kegiatan itu menjadi simbol kembalinya hubungan kekeluargaan antara warga Domato dan Sidangoli Dehe.
โHarapan kita, setelah ini masyarakat bisa kembali hidup rukun dan tidak ada lagi konflik di kemudian hari,โ ujarnya.
Sementara itu, Plt Kapolres Halmahera Barat AKBP Muhammad Musni menyambut baik deklarasi damai tersebut. Menurutnya, kesepakatan itu menunjukkan adanya keinginan kuat dari masyarakat untuk mengakhiri perselisihan.
Dengan situasi yang mulai kondusif, kepolisian berencana menarik personel pengamanan yang sebelumnya diterjunkan ke lokasi.
โSecepatnya 200 personel ini kita akan tarik, karena masih banyak tugas-tugas lain yang harus kita selesaikan,โ kata Musni.
Senada, Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf Jani Setiadi memastikan kondisi di lapangan telah aman dan terkendali. Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam rangkaian perselisihan tersebut.
Menurut Jani, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi antara TNI, Polri, dan Brimob dalam menjaga keamanan di wilayah tersebut.
โSemangat yang kita usung adalah kita kedepankan perdamaian sebagai pondasi. Permasalahan yang kemarin masih mengganjal akan diselesaikan atas nama kedamaian, baru kita fokus pada kemajuan pembangunan di dua desa,โ pungkasnya.

Komentar