Evaluasi kinerja harus menjadi dasar perbaikan, sehingga setiap satuan kepolisian mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
GACOO.ID โ Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman menegaskan pentingnya evaluasi kinerja seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan pelayanan publik, penegakan hukum, dan penyelesaian konflik sosial di wilayah Maluku Utara.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Gelar Operasional (GO) Triwulan III Tahun 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara, Kota Tidore Kepulauan, pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan itu dihadiri seluruh pejabat utama Polda Maluku Utara dan para kepala kepolisian resor (Kapolres) se-Maluku Utara.
Dalam arahannya, Arif mengatakan Gelar Operasional tidak boleh dipandang sekadar agenda rutin, tetapi harus menjadi instrumen untuk mengukur capaian kinerja sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.
Ia meminta seluruh satuan wilayah meningkatkan pelaksanaan program prioritas Kapolri, terutama dalam menyelesaikan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kalau ada hal-hal yang menjadi atensi, termasuk konflik sosial yang belum teratasi, segera ambil langkah untuk diselesaikan,” tegas Arif.
Berdasarkan hasil evaluasi, Polres Ternate menempati peringkat pertama dalam penyelesaian perkara dengan capaian 101 persen. Posisi kedua ditempati Polres Halmahera Tengah dengan persentase penyelesaian perkara sebesar 98 persen.
Kapolda mengapresiasi capaian kedua polres tersebut. Namun, ia mendorong seluruh jajaran agar tidak berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta profesionalisme dalam penegakan hukum.
Menurut dia, evaluasi kinerja harus menjadi dasar perbaikan, sehingga setiap satuan kepolisian mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebelum memimpin Gelar Operasional, Kapolda Maluku Utara juga melakukan silaturahmi dengan para pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan aspirasi dan mengetahui berbagai kendala yang dihadapi para buruh dalam menjalankan aktivitas bongkar muat.
Arif berharap komunikasi antara kepolisian dan para pekerja pelabuhan terus terjalin guna menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan. Dengan demikian, aktivitas distribusi barang dapat berlangsung lancar tanpa gangguan keamanan.
Dua kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan kepolisian melalui penguatan komunikasi dengan masyarakat serta pembenahan internal organisasi. Evaluasi kinerja dan penyerapan aspirasi publik menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan kepolisian yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Komentar