Program PAG dan SBP dapat meningkatkan kapasitas, karakter, dan profesionalisme personel dalam menghadapi tuntutan tugas yang semakin dinamis, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
GACOO.ID โ Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman memimpin sidang akhir penentuan kelulusan seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) dari Bintara ke Perwira Polri Tahun Anggaran 2026 dan Sekolah Bintara Polri (SBP) dari Tamtama ke Bintara Tahun Anggaran 2027. Sebanyak 11 personel dinyatakan lulus terpilih dalam kedua program pendidikan tersebut.
Sidang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Maluku Utara, Rabu (28/10/2026), dihadiri Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, Irwasda Polda Maluku Utara Kombes Pol. Andrie Rondonuwu, para pejabat utama Polda Maluku Utara, serta seluruh peserta seleksi.
Dalam sidang tersebut, Kapolda menegaskan bahwa seleksi PAG dan SBP merupakan bagian dari pembinaan karier personel Polri yang harus dilaksanakan berdasarkan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).
Menurut dia, seluruh tahapan seleksi telah diawasi secara ketat oleh pengawas internal, yakni Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam), untuk memastikan proses berjalan objektif, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kapolda mengatakan, kompleksitas tantangan tugas kepolisian menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional. Karena itu, proses seleksi pendidikan harus menjadi instrumen untuk menghasilkan personel yang berkualitas sekaligus memperkuat kepemimpinan di lingkungan Polri.
Ia berharap program PAG dan SBP dapat meningkatkan kapasitas, karakter, dan profesionalisme personel dalam menghadapi tuntutan tugas yang semakin dinamis, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil sidang akhir, lima peserta seleksi PAG Tahun Anggaran 2026 dinyatakan lulus terpilih. Sementara itu, enam peserta seleksi SBP Tahun Anggaran 2027 juga dinyatakan lulus terpilih. Dengan demikian, total peserta yang lolos dalam kedua program tersebut berjumlah 11 orang.
Kapolda meminta peserta yang dinyatakan lulus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi fisik, mental, maupun akademik. Kesempatan mengikuti pendidikan, kata dia, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, membangun karakter kepemimpinan, dan memperkuat integritas dalam menjalankan tugas kepolisian.
Adapun peserta yang belum lulus diminta tidak berkecil hati dan menjadikan hasil seleksi sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.
Kapolda juga mengingatkan panitia agar konsisten menjaga integritas dan profesionalisme, termasuk dalam penyelesaian administrasi serta penetapan hasil seleksi. Prinsip BETAH, menurut dia, harus diterapkan dalam seluruh tahapan agar proses pembinaan karier personel berlangsung secara adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kelulusan 11 personel tersebut selanjutnya menjadi tahap awal untuk mempersiapkan diri mengikuti pendidikan sesuai program masing-masing, dengan menekankan disiplin, tanggung jawab, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Komentar