GACOO.ID— Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Raya Shafful Khairaat, Sofifi, Jumat (23/10/2026). Ajakan itu menegaskan bahwa keamanan tidak mungkin hanya dibebankan kepada polisi, sebab gangguan ketertiban juga tumbuh dari persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri pejabat teras Polda Maluku Utara, personel kepolisian, dan ratusan jemaah tersebut berlangsung dalam suasana khidmat. Melalui pendekatan keagamaan, Kapolda berupaya mendekatkan kepolisian dengan warga karena penanganan gangguan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan penindakan, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang terbuka.
Khatib Jumat, Dr. KH. Nashirul Haq, Lc., MA, yang juga Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat, menyampaikan khutbah tentang pentingnya mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Pesan itu menjadi relevan karena cita-cita melahirkan generasi unggul akan sulit tercapai apabila anak muda tumbuh di lingkungan yang akrab dengan narkoba, minuman keras, dan perilaku menyimpang.
Setelah salat Jumat yang dipimpin Imam Besar Masjid Raya Shafful Khairaat, H. Irwan Tamsoa, Kapolda menyampaikan pesan kamtibmas kepada jemaah. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat karena polisi tidak mungkin mengetahui dan menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di lingkungan warga tanpa dukungan informasi dari masyarakat.
“Keamanan ini tidak akan terwujud tanpa adanya partisipasi aktif, kolaborasi, dan sinergi yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat bersama Kepolisian,” ujar Arif Budiman.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keamanan bukan sekadar urusan aparat berseragam. Sebab, ketika warga memilih diam terhadap gangguan di sekitarnya, polisi kehilangan salah satu sumber informasi penting untuk mencegah masalah berkembang menjadi tindak pidana.
Kapolda juga menyoroti peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai penyakit masyarakat lainnya. Persoalan itu perlu ditangani secara serius karena dampaknya bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga dapat merusak kesehatan, memicu konflik, dan mengancam masa depan generasi muda.
Namun, imbauan saja tidak cukup untuk memberantas persoalan tersebut. Sebab, tanpa pencegahan yang konsisten, penegakan hukum yang tegas, serta pengawasan terhadap jalur peredaran barang terlarang, ajakan menjauhi narkoba dan minuman keras berisiko berhenti sebagai pesan yang berulang kali disampaikan tanpa perubahan berarti di lapangan.
Arif menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan negatif. Orang tua perlu memberikan pendidikan, perhatian, dan pengawasan karena pembentukan karakter tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, tokoh agama, apalagi kepolisian.
Selain keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda juga diminta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman. Keterlibatan mereka diperlukan karena persoalan sosial tidak selalu dapat diselesaikan melalui pendekatan hukum, terutama ketika akar masalahnya berkaitan dengan pola pergaulan, lemahnya pengawasan, dan kurangnya kepedulian lingkungan.
Melalui Jumat Keliling, Polda Maluku Utara berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat. Harapan itu baru akan bermakna apabila komunikasi yang dibangun melalui kegiatan keagamaan diikuti langkah nyata dalam menindaklanjuti laporan warga, mencegah peredaran narkoba dan minuman keras, serta mengevaluasi hasil penanganan gangguan keamanan.
Pada akhirnya, keamanan tidak cukup diukur dari banyaknya imbauan atau kegiatan silaturahmi yang digelar. Ukurannya adalah sejauh mana masyarakat merasa aman, pelaku kejahatan ditindak, dan persoalan yang selama ini dikeluhkan benar-benar ditangani.
Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan pesan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Mereka juga membutuhkan bukti bahwa sinergi antara polisi dan warga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Komentar