Lokal Nasional
Beranda / Nasional / Greselhia Bau Bau: Ketika Anak Halmahera Menembus Jakarta

Greselhia Bau Bau: Ketika Anak Halmahera Menembus Jakarta

Greselhia Bau Bau: Ketika Anak Halmahera Menembus Jakarta

Suaranya tidak gemetar ketika berdiri di bawah pendar lampu Auditorium DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 19 September. Di hadapan ratusan pasang mata, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, Greselhia L. Bau Bau menyampaikan apa yang selama ini mengendap di kepalanya: sebuah risalah kecil tentang keadilan yang kerap terasa jauh dari rumahnya di Halmahera Barat.

Gadis yang akrab disapa Greis ini baru duduk di kelas X SMA Negeri 1 Halmahera Barat. Namun, dalam ajang Lomba Pidato Rakyat AHY Muda, ia menyingkirkan ribuan pesaing. Dari 1.317 peserta dari berbagai penjuru Nusantara, pidatonya menyabet predikat Juara II Tingkat Nasional.

Greselhia L. Bau Bau
Greselhia L. Bau Bau

Bagi remaja dari Maluku Utara ini, panggung di ibu kota bukan sekadar tempat berburu piala. Ia datang membawa judul yang terdengar gagah: “Bersama Partai Demokrat, Membangun Ekonomi, Menegakkan Keadilan, dan Merawat Demokrasi.” Namun di balik judul formal itu, isi orasinya berakar pada kenyataan sehari-hari yang ia saksikan di daerahnya.

Greis tak bicara dengan bahasa langit. Ia meramu isu-isu mendasar yang bersentuhan langsung dengan warga di pelosok: akses pendidikan yang belum merata, nasib pelaku usaha mikro, fasilitas kesehatan yang kerap terbatas, hingga mimpi tentang kesejahteraan yang tidak berhenti di pulau Jawa. Bagi Greis, narasi pembangunan yang muluk tidak ada artinya jika kebutuhan paling dasar rakyat di daerah belum terpenuhi.

Whatsapp Image 2026 09 20 At 12.30.01

“Pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar,” tuturnya. Logikanya sederhana: hanya dengan jaminan itulah setiap anak daerah punya pijakan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi.

Praktisi Hukum Soroti Penanganan Bansos Halbar, Kejaksaan Diminta Tidak Terjebak Skema Poco-poco

Dukungan dari guru, keluarga, dan teman-teman sekolah di SMAN 1 Halmahera Barat menjadi modal sosial yang membawanya melangkah jauh ke Jakarta. Saat menerima penghargaan tersebut, Greis enggan menepuk dada sendiri. Ia menyebut pencapaian itu sebagai milik bersama warga Halmahera Barat dan Maluku Utara yang menyertainya lewat doa.

Whatsapp Image 2026 09 20 At 12.30.02 1

Di sela acara, yang juga bertepatan dengan momen Dirgahayu ke-25 Partai Demokrat, Greis menyelipkan harapan agar wadah politik tersebut konsisten merawat ruang bagi gagasan orang muda dan tetap berpihak pada publik.

Kemenangan Greis memberi pesan tersirat yang samar namun tegas: gagasan besar untuk republik ini tak selalu lahir dari pusat-pusat kota metropolitan. Kadang, ia datang dari ruang kelas di pinggir Halmahera, menyuarakan harapan agar Indonesia tak lupa pada mereka yang berada di luar lingkar luar kekuasaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with