WEDA — Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, meminta seluruh pimpinan perangkat daerah tak lagi menumpuk beban pekerjaan pada individu tertentu. Ia mendesak pembagian tugas di internal birokrasi dilakukan secara proporsional demi menjaga efektivitas pelayanan publik dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN).
Teguran sekaligus arahan tersebut disampaikan Ahlan saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Bupati Halmahera Tengah, Senin, 21 September 2026. Agenda berkala ini diikuti jajaran Staf Ahli, Asisten, pimpinan instansi, hingga seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.
Ahlan menilai, tata kelola pembagian kerja yang timpang di tubuh instansi kerap menjadi penghambat utama optimalisasi roda pemerintahan.
“Pembagian pekerjaan harus dilakukan secara proporsional agar seluruh staf dapat menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing,” kata Ahlan di hadapan peserta apel.
Menurut Ahlan, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi setiap pegawai. Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mampu memetakan potensi sumber daya manusia secara merata agar target kinerja instansi dapat tercapai tanpa membebani segelintir Staf.
Selain membenahi internal birokrasi, Ahlan memberi perhatian khusus pada potensi ancaman lingkungan, terutama ancaman kebakaran lahan di wilayah Halmahera Tengah. Ia mengingatkan bahwa dampak kerugian dari kebakaran lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga merugikan aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Guna meminimalisasi risiko tersebut, Ahlan menginstruksikan OPD teknis untuk memperketat koordinasi lintas sektoral serta melancarkan mitigasi dini di titik-titik rawan. ASN juga dituntut berada di barisan depan dalam mengedukasi warga sekitar.
“Pencegahan kebakaran lahan membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama, tidak hanya dari pemerintah tetapi seluruh elemen masyarakat. ASN harus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan ini,” tutur Ahlan.

Komentar