Olahraga
Beranda / Olahraga / Rangkaian HUT ke-36 Halteng, Jalan Sehat Diikuti 800 Peserta

Rangkaian HUT ke-36 Halteng, Jalan Sehat Diikuti 800 Peserta

Gambar Maks 200kb 26

GACOO.ID — Sekitar 800 orang mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Falcilno Weda, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, itu menjadi ajang mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan Ketua DPRD Halteng Zulkifli Hi Bayan hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 07.20 WIT tersebut. Hadir pula Kapolres Halteng AKBP Fiat Dedawanto, Wakil Ketua II DPRD Hi. Sakir Ahmad, serta jajaran pejabat pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Ikram mengatakan jalan sehat tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial untuk memeriahkan hari jadi daerah. Menurut dia, kegiatan tersebut juga perlu mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan semangat persatuan di tengah masyarakat,” kata Ikram.

Peserta menempuh rute dari Pendopo Falcilno Weda, melewati kawasan Lampu Merah MTs, Pasar Mangga Dua, hingga Pelabuhan Weda, sebelum kembali ke titik awal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam sehat bersama pada pukul 08.00 WIT.

Praktisi Hukum Soroti Penanganan Bansos Halbar, Kejaksaan Diminta Tidak Terjebak Skema Poco-poco

Namun, di balik kemeriahan peringatan hari jadi, tantangan pemerintah daerah tidak berhenti pada upaya mengumpulkan warga dalam kegiatan olahraga. Kebersamaan yang digaungkan dalam perayaan perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui pelayanan publik yang baik, pembangunan yang merata, serta program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

HUT ke-36 Halteng pun semestinya tidak hanya menjadi panggung perayaan tahunan. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana pembangunan daerah menjawab kebutuhan warga. Sebab, kemajuan sebuah kabupaten tidak cukup dinilai dari ramainya acara, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with