“Upaya pencarian korban berlangsung hingga sore hari. Sekitar pukul 17.08 WIT,
GACOO.ID – Setelah sempat dilaporkan hilang selama dua hari saat melaut, La Jasmin Buton (40), nelayan asal Desa Wamlana, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Pulau Buru, Provinsi Maluku, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (25/10/2026).
La Jasmin ditemukan oleh seorang nelayan dari Desa Bajo setelah perahunya kehabisan bahan bakar minyak (BBM) dan ia kehilangan arah saat berusaha kembali ke Pulau Buru. Jarak lokasi penemuan dari titik terakhir keberadaannya atau Last Known Position (LKP) mencapai 20,98 mil laut.
Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani melalui Dan Pos Unit Siaga SAR Sanana, Fahari Yosua, mengatakan Tim SAR Gabungan telah melanjutkan pencarian pada hari kedua operasi, Minggu, mulai pukul 07.30 WIT dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Basarnas Ternate.
“Upaya pencarian korban berlangsung hingga sore hari. Sekitar pukul 17.08 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan dalam keadaan selamat di perairan Mangoli Utara Timur,” kata Fahari.
Berdasarkan keterangan La Jasmin, semula ia berusaha kembali ke Pulau Buru. Namun, kabut asap membuatnya kehilangan arah. Dalam kondisi tersebut, BBM perahunya habis sehingga ia terombang-ambing hingga mencapai perairan Mangoli.
Keberadaan La Jasmin kemudian diketahui oleh seorang nelayan Desa Bajo. Korban selanjutnya dievakuasi menuju desa tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ternate menerima informasi dari Kansar Ambon pada Minggu (25/10/2026) pukul 11.30 WIT mengenai seorang nelayan yang belum kembali setelah melaut di perairan Wamlana.
Informasi tersebut berasal dari keluarga korban. La Jasmin diketahui berangkat melaut pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIT menggunakan perahu jenis longboat berwarna biru dengan mesin berkekuatan 15 PK untuk memancing di sekitar perairan Wamlana.
Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban tak kunjung kembali. Keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pihak keluarga kemudian meminta bantuan tim SAR.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana, Ditpolairud Polda Maluku Utara Marnit Sanana, Dokkes Polres Kepulauan Sula, masyarakat Desa Bajo, masyarakat Desa Wamlana, serta keluarga korban.
Tim menggunakan sejumlah sarana pencarian, termasuk RIB 01 USS Sanana Banda dan longboat milik masyarakat. Setelah korban ditemukan dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Komentar