HALSEL – Tim gabungan bersama warga menemukan sebuah longboat yang mengalami mati mesin akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di perairan antara Kayoa dan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 16 penumpang dilaporkan selamat dan masih dalam proses evakuasi menuju daratan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan timnya langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai kapal yang tak kunjung tiba di tujuan.
Basarnas Ternate mengerahkan satu tim dan berkoordinasi dengan tim gabungan dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara untuk melakukan pencarian.
“Kami langsung merespons berdasarkan laporan tersebut dan bergerak menuju Pelabuhan Ahmad Yani. Kami mengirimkan satu tim dan bergerak bersama-sama dengan tim gabungan dari Polairud Polda Maluku Utara,” ujar Iwan.
Berdasarkan informasi yang diterima, longboat tersebut bertolak dari Kayoa menuju Desa Soma, Kecamatan Makian Dalam, Pulau Makian. Namun, sekitar pukul 15.00 WIT, kapal mengalami mati mesin di tengah perairan akibat kehabisan BBM.
Proses pencarian sempat terkendala jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap. Kondisi tersebut menyulitkan motoris untuk menentukan posisi kapal.
Meski demikian, keberadaan sinyal telepon seluler di lokasi kejadian membantu tim gabungan dan warga menemukan posisi kapal. Salah seorang penumpang bernama Rini berhasil mengirimkan koordinat lokasi kepada pihak keluarga dan tim SAR.
Iwan mengatakan, informasi mengenai penemuan kapal tersebut diterima dari warga yang turut melakukan pencarian menggunakan perahu atau bodi milik masyarakat.
“Kami baru saja mendapat informasi bahwa kapal beserta seluruh penumpang sudah ditemukan. Kapal sedang mendekat dan ditemukan juga oleh bodi masyarakat yang ikut mencari,” kata Iwan.
Meski seluruh penumpang telah ditemukan dalam keadaan selamat, Basarnas Ternate tetap memantau proses evakuasi hingga mereka tiba di daratan.
Menurut Iwan, tim SAR perlu memastikan kondisi seluruh penumpang tetap aman selama perjalanan menuju lokasi pendaratan.
“Jadi, kami akan tetap memantau dan memastikan semuanya selamat sampai di darat. Kapal sudah ditemukan, tetapi belum sampai ke darat. Kami harus memastikan seluruh korban dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Iwan mengapresiasi peran jaringan komunikasi yang masih berfungsi di tengah laut sehingga koordinat kapal dapat diketahui dan proses pencarian lebih terarah.
“Alhamdulillah, sinyal masih ada sehingga salah satu penumpang, Ibu Rini, bisa memberikan lokasi kapal tersebut. Hal ini memudahkan tim gabungan dalam melakukan pencarian,” pungkasnya. (Tim).

Komentar