Nasri memiliki rekam jejak yang cukup kuat di internal partai.
GACOO.ID– Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara terpilih, Nasri Abubakar, membidik keterwakilan kader Demokrat di DPR RI atau Senayan pada Pemilu mendatang. Target tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Maluku Utara sekaligus memperkuat posisi politik partai di daerah.
Optimisme terhadap target tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tidore Kepulauan, Ridwan Mohamad Yamin. Ridwan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan menilai Nasri memiliki modal organisasi, pengalaman politik, dan kapasitas kepemimpinan untuk membawa Demokrat Maluku Utara kembali berkembang.
Ridwan bukan sekadar memberikan dukungan. Ia dipercayakan sebagai salah satu pimpinan sidang yang memandu jalannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Demokrat Maluku Utara, Senin (2/11/2026), hingga Nasri Abubakar terpilih sebagai ketua DPD.
Menurut Ridwan, Nasri memiliki rekam jejak yang cukup kuat di internal partai. Pada periode sebelumnya, Nasri pernah menjabat sebagai Bendahara Umum DPD Partai Demokrat Maluku Utara. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami dinamika, konsolidasi, dan tata kelola organisasi.
Selain pengalaman kepartaian, Nasri juga dikenal sebagai Wakil Wali Kota Ternate dan pengusaha yang memiliki kepedulian sosial.
“Nasri Abubakar memiliki pengalaman organisasi dan latar belakang sebagai pengusaha yang selama ini juga dikenal memiliki kepedulian sosial. Dengan amanah yang diberikan, tentu ada tanggung jawab besar untuk membawa Partai Demokrat Maluku Utara semakin berkembang,” kata Ridwan.
Ia menilai, target merebut kembali kursi DPR RI tidak akan tercapai tanpa pembenahan internal dan konsolidasi yang kuat. Karena itu, kepemimpinan Nasri harus mampu menyatukan seluruh kekuatan partai, mulai dari tingkat DPD, DPC hingga pengurus ranting.
Menurut Ridwan, kemampuan merangkul kader, membangun komunikasi, serta memperkuat koordinasi antartingkatan kepengurusan menjadi faktor penting untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia berharap Musdalub menjadi momentum mengakhiri perbedaan pandangan di internal partai dan mengembalikan semangat kebersamaan seluruh kader.
“Yang paling penting setelah Musdalub ini adalah bagaimana seluruh kader kembali bersatu, menghilangkan perbedaan, dan bersama-sama membesarkan Partai Demokrat. Konsolidasi organisasi harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ridwan juga mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya diukur dari kelengkapan struktur kepengurusan maupun target perolehan kursi politik. Demokrat harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Karena itu, ia berharap kepemimpinan Nasri dapat melahirkan organisasi yang lebih solid, responsif, serta memiliki keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
“Harapan kita, di bawah kepemimpinan Ko Nas, Partai Demokrat Maluku Utara semakin solid, semakin dekat dengan rakyat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tutur Ridwan.
Ia optimistis, dengan pengalaman organisasi yang dimiliki Nasri serta dukungan dan kerja bersama seluruh kader, Demokrat Maluku Utara memiliki peluang untuk memperkuat kembali eksistensi politiknya, termasuk memperjuangkan keterwakilan di Senayan.
Bagi Ridwan, target merebut kursi DPR RI harus menjadi agenda politik yang diterjemahkan melalui konsolidasi serius, penguatan kader, dan kerja nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, komitmen mengembalikan kejayaan Demokrat Maluku Utara tidak berhenti sebagai janji politik, tetapi diwujudkan melalui capaian elektoral pada Pemilu mendatang.

Komentar