JAKARTA – Mantan Penjabat Gubernur Maluku Utara, Mayor Jenderal TNI (Purn) Achmad Tanribali Lamo, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (13/10/2026) malam.
Almarhum mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Kabar kepergian mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri itu disampaikan oleh sejumlah kerabat dan pihak yang mengenalnya.
Tanribali Lamo pernah memimpin sementara Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada 23 Oktober 2013 hingga 2 Mei 2014. Ia ditunjuk pemerintah pusat untuk mengisi kekosongan kepemimpinan daerah sekaligus memastikan jalannya pemerintahan di tengah proses pemilihan gubernur yang berlangsung saat itu.
Sebelum bertugas di Maluku Utara, Tanribali menjabat Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri. Latar belakangnya sebagai perwira tinggi TNI dan pejabat pemerintahan membuatnya dipercaya menangani sejumlah daerah dalam masa transisi kepemimpinan.
Selain Maluku Utara, ia pernah mengemban tugas sebagai penjabat atau pelaksana tugas gubernur di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat.
Memimpin di Tengah Dinamika Politik
Masa tugas Tanribali di Maluku Utara berlangsung ketika daerah itu menghadapi dinamika politik yang cukup intens menyusul Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2013.
Pilkada tersebut diikuti enam pasangan calon. Karena tidak ada pasangan yang memenuhi ketentuan untuk menang dalam satu putaran, pemilihan dilanjutkan ke putaran kedua yang mempertemukan pasangan Ahmad Hidayat MusโHassan Doa dan Abdul Gani KasubaโMuhammad Natsir Thaib.
Situasi tersebut membuat pemerintah pusat perlu memastikan roda pemerintahan tetap berjalan selama proses pergantian kepemimpinan. Tanribali ditunjuk untuk mengisi posisi penjabat gubernur setelah masa jabatan Gubernur Thaib Armayin berakhir pada September 2013.
Ia dilantik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 23 Oktober 2013. Penugasannya terutama berkaitan dengan keberlangsungan administrasi pemerintahan dan pengawalan proses transisi politik hingga gubernur dan wakil gubernur definitif terpilih.
Pada masa itu, pelaksanaan pilkada juga diwarnai persoalan dan sengketa terkait proses pemilihan. Karena itu, stabilitas pemerintahan dan penyelenggaraan tahapan pemilihan menjadi bagian penting dari tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
Tanribali mengakhiri masa tugasnya pada Mei 2014, setelah Abdul Gani Kasuba dan Muhammad Natsir Thaib ditetapkan sebagai pemimpin definitif Maluku Utara.
Rekam Jejak di Pemerintahan
Di tingkat nasional, Tanribali dikenal sebagai birokrat yang lama berkecimpung dalam urusan kesatuan bangsa dan politik di Kementerian Dalam Negeri. Jabatan tersebut berkaitan dengan pembinaan politik dalam negeri, hubungan antarkelompok masyarakat, serta upaya menjaga stabilitas pemerintahan dan kehidupan demokrasi.
Pengalamannya memimpin sementara beberapa provinsi menempatkan Tanribali dalam sejumlah periode transisi politik di daerah. Penugasan itu menuntut kesinambungan pelayanan pemerintahan sekaligus koordinasi dengan penyelenggara pemilu dan unsur pemerintahan terkait.
Kepergian Tanribali Lamo meninggalkan kenangan bagi kalangan pemerintahan dan rekan-rekan yang pernah bekerja bersamanya. Doa dan ucapan belasungkawa disampaikan agar almarhum memperoleh ampunan serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima, segala khilaf dan dosanya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Komentar