JAKARTA — Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Halmahera Timur (HIPMI Haltim) Jakarta geram lantaran tidak adanya pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur dan mahasiswa asal Haltim yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta saat jajaran pemerintah daerah melakukan kunjungan dinas ke ibu kota.
Kritik tersebut disampaikan Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HIPMI Haltim Jakarta, Fachrullah Jasadi. Ia menilai Pemkab Haltim belum menunjukkan inisiatif untuk bersilaturahmi dengan mahasiswa, termasuk mengunjungi Asrama Mahasiswa Haltim di Jakarta.
“Tidak ada inisiatif sedikit pun untuk melakukan silaturahmi dengan mahasiswa Jakarta saat melakukan kunjungan dinas. Hal ini mencerminkan adanya kesenjangan komunikasi dan kepedulian antara pemangku kebijakan daerah dengan aset intelektualnya,” ujar Fachrullah dalam keterangan pers yang kirim ke media ini, Minggu, (11/10/2026).
Menurut Fachrullah, pertemuan antara pemerintah daerah dan mahasiswa di perantauan penting untuk membangun komunikasi serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan generasi muda Haltim. Ia menilai asrama mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga hubungan mahasiswa dengan daerah asalnya.
Ia mengatakan, kehadiran kepala daerah atau jajaran pemerintah di asrama dapat menjadi bentuk perhatian terhadap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Kehadiran bupati atau jajaran Pemda ke asrama membawa pesan moral bahwa daerah mengawal masa depan mereka. Absennya Pemkab memicu krisis kepercayaan terhadap komitmen Pemda pada sektor SDM,” katanya.
Fachrullah menilai, komunikasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa perlu menjadi perhatian dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Halmahera Timur.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlu memperhatikan pengembangan sumber daya manusia, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Membangun Haltim di masa depan tidak bisa hanya mengandalkan birokrasi yang kaku. Perlu ada pergeseran paradigma dari kedua belah pihak,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan mahasiswa dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka agar hubungan keduanya tetap terjaga. Fachrullah juga mengingatkan pentingnya melibatkan mahasiswa dalam pembicaraan mengenai arah pembangunan daerah.
“Jika silaturahmi saja diabaikan, bagaimana mungkin sebuah daerah menyusun visi masa depan?” pungkasnya.

Komentar