WEDA — Inilah sosok karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Risky Rahmatullah, yang memanfaatkan momentum kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di kawasan industri tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21.
Risky membawa sepotong karton bertuliskan “Pak Prabowo, Turunkan PPh 21” dan memperlihatkannya saat ikut menyambut kedatangan Presiden bersama rombongan di pintu keluar Bandara Cekel, Kawasan IWIP, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Aksi tersebut kemudian menarik perhatian karena dilakukan secara langsung di tengah agenda kunjungan Presiden yang menghadiri peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta 11 proyek ekosistem hilirisasi nikel di kawasan IWIP. Program hilirisasi yang diluncurkan pemerintah tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
Risky merupakan pekerja di Divisi Penyaringan dengan jabatan General Worker. Ia mengaku telah bekerja di PT IWIP selama lebih dari dua tahun.
Menurut Risky, gagasan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden muncul sekitar lima hari sebelum kedatangan Prabowo ke IWIP.
” Ide itu muncul lima hari yang lalu ketika saya mengetahui bahwa Prabowo akan datang di IWIP, dan saya menginisiasi diri saya sendiri untuk menyampaikan langsung aspirasi di depan Prabowo,” ujar Risky.
Ia mengatakan, persoalan potongan PPh 21 menjadi salah satu keresahan yang dirasakan dirinya bersama rekan-rekan sesama pekerja.
Risky menilai, penghasilan yang diterima pekerja harus dibagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan pribadi dan keluarga.
“Sudah sekian lama saya dan teman-teman saya bekerja dengan gaji yang tidak patut mendapatkan potongan PPh 21 yang begitu besar,” katanya.
Menurut dia, beban pekerja tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pribadi, tetapi juga tanggung jawab terhadap keluarga.
“Apalagi kebutuhan dan tanggung jawab kita karyawan ini begitu besar, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga di rumah,” lanjutnya.
Karena itu, Risky memilih menggunakan kesempatan kedatangan Presiden untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.
Ia mengaku sengaja menyiapkan tulisan tersebut agar pesan yang ingin disampaikannya dapat terlihat oleh Presiden di tengah kerumunan pekerja yang menyambut kedatangan Prabowo.
“Oleh karena itu saya memberanikan diri menyampaikan aspirasi itu di hadapan Presiden sebagai representasi dari rakyat,” ujarnya.
Risky berharap aspirasi mengenai PPh 21 tersebut mendapat perhatian pemerintah dan dapat diwujudkan dalam kebijakan yang menurutnya lebih meringankan beban pekerja.
“Besar harapan kami agar aspirasi itu bisa direalisasikan demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur,” kata Risky.
Sementara itu, dalam kunjungannya ke IWIP, Prabowo meluncurkan program hilirisasi senilai sekitar Rp180 triliun yang mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik, komersialisasi empat proyek industri, serta pembangunan tujuh proyek industri baru. Pemerintah juga menyebut pengembangan kawasan IWIP telah menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja.

Komentar