Umum
Beranda / Umum / Achmad Mahifa, Mantan Wali Kota Tidore Dua Periode, Berpulang

Achmad Mahifa, Mantan Wali Kota Tidore Dua Periode, Berpulang

1790898174930

TIDORE KEPULAUAN — Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Achmad Mahifa, mantan Wali Kota Tidore Kepulauan yang memimpin daerah itu selama dua periode pada 2005–2015, meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah (RSD) Tidore, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 22.30 WIT.

Mahifa mengembuskan napas terakhir pada usia 80 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Tidore yang selama bertahun-tahun mengenal sosoknya sebagai birokrat, politikus, dan tokoh masyarakat yang bersahaja.

Lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di Gurabunga, Tidore, Mahifa menjalani perjalanan panjang sebelum mencapai puncak kariernya sebagai kepala daerah. Jejak pengabdiannya dibangun melalui dunia birokrasi dan politik hingga kemudian dipercaya memimpin Kota Tidore Kepulauan selama satu dekade.

Di mata masyarakat, masa kepemimpinan Mahifa dikenang sebagai salah satu periode penting dalam perjalanan pembangunan Tidore Kepulauan. Selama dua periode, ia menjalankan roda pemerintahan di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah dengan pendekatan yang dikenal sederhana dan dekat dengan masyarakat.

“Pengabdian dan kesederhanaan beliau selama memimpin dua periode menjadi teladan yang sangat berarti bagi seluruh masyarakat Tidore,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Setelah mengakhiri masa jabatannya pada November 2015, Mahifa tidak memilih meninggalkan tanah kelahirannya. Ia tetap menetap di Tidore dan menjalani kehidupan sebagai sesepuh masyarakat.

Dalam kesehariannya setelah purnatugas, sosok Mahifa tetap mendapat tempat di tengah masyarakat. Pengalaman panjangnya sebagai birokrat dan kepala daerah membuat pandangan serta nasihatnya kerap menjadi rujukan, terutama dalam berbagai persoalan kemasyarakatan dan pembangunan daerah.

Bagi masyarakat Tidore, Mahifa bukan sekadar mantan kepala daerah. Ia merupakan bagian dari perjalanan sejarah pemerintahan Kota Tidore Kepulauan sekaligus sosok yang meninggalkan jejak pengabdian panjang bagi daerah.

Kesederhanaan menjadi salah satu sisi yang paling lekat dengan sosoknya. Berangkat dari keluarga sederhana di Gurabunga, ia kemudian menapaki jenjang pengabdian hingga dipercaya memimpin daerah selama sepuluh tahun.

Kepergiannya pun terasa seperti kehilangan seorang panutan. Di tengah masyarakat Tidore dan Maluku Utara, Mahifa dikenang sebagai tokoh yang telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk pengabdian.

Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Tidore pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIT, sebelum pelaksanaan shalat Jumat.

Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan. Jajaran pemerintahan, tokoh masyarakat, keluarga, serta masyarakat Tidore menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik daerah tersebut.

Kepergian Achmad Mahifa menutup satu babak perjalanan seorang tokoh yang selama puluhan tahun mengabdikan diri bagi masyarakat. Namun, bagi masyarakat Tidore, nama dan jejak pengabdiannya akan tetap menjadi bagian dari ingatan tentang perjalanan daerah ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with